Sabtu, 13 April 2013


             TEORI KEPRIBADIAN

   Perkembangan kajian empiris dalam dunia psikologi telah melahirkan banyak teori besar mengenai kepribadian. Kepribadian seseorang yang selama ini selalu hangat dibahas, ternyata memang sudah dikaji dari berpuluh-puluh dekade yang lalu. Berbagai teori hadir membahas kepribadian seseorang. Teori-teori ini dapat dikelompokkan dilihat dari perspektif yang digunakan.
1.    Teori Sigmund Freud
Teori yang pertama muncul pada dunia psikologi modern dimulai oleh Sigmund Freud yang mencetuskan teori psikoanalisisnya. Teori kepribadian pertama ini berisi hipotesis Freud bahwa perilaku seseorang terdiri dari interaksi 3 komponen yaitu id, ego, dan superego. Id merupakan komponen kepribadian yang instinktif yang berarti berisi keinginan pemuasan biologis. Sedangkan Ego yaitu manajer dari kepribadian seseorang dan yang membuat keputusan dalam perilaku seseorang. Ego berarti berfungsi untuk mengendalikan dan mengarahkan id.  Selanjutnya Super ego, yaitu komponen moral kepribadian yang terkait dengan norma di sekitarnya. Jika ego mengarahkan id dengan pikiran-pikiran yang realistic, superego mengarahkan id dengan tujuan-tujuan normatif dan moralistik.
Nama besar Freud semakin melambung dengan teori besar ini. Namun, Freud di sini terlalu memandang manusia sebagai makhluk yang hampir sama dengan binatang, karena pandangannya tentang daya instinktif yang begitu besar.  Apalagi dilanjutkan dengan teori-teorinya mengenai psikosesual. Selain Freud, tokoh-tokoh yang ada dalam perspektif psikodinamik ini yaitu Alfred Adler, Carl Jung dan anak perempuan Freud, Anna Freud.
2.   John Watson
Perspektif besar lain yang melambung adalah perspektif Behaviorisme yang dicetuskan oleh John Watson dan dikaji lagi oleh tokoh behavioristik lain seperti Pavlov, Skinner, dan Bandura. Perspektif ini memandang lebih dalam mengenai adanya stimulus atau rangsangan yang membuat manusia berperilaku. Adanya stimulus ini akan diterima dan diproses manusia menjadi sebuah perilaku. Sehingga mereka berpikir, manusia itu bisa dikondisikan seperti robot.
Perspektif ini memandang pengaruh lingkungan luar sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian manusia. Adanya teori belajar sosial yang dicetuskan Bandura merupakan langkah lanjutan dari perspektif ini yang menjelaskan bahwa kepribadian atau perilaku seseorang terbentuk dari adanya proses belajar seseorang dari lingkungannya.
Perspektif yang ketiga adalah perspektif humanistik. Perspektif ini memandang manusia lebih manusiawi dibandingkan dua perspektif sebelumnya. Perspektif ini muncul karena Carl Rogers seorang pakar psikologi yang dulunya juga penganut perspektif  behavioristik kurang puas dengan dua perspektif besar sebelumnya. Dia tidak mau memandang manusia seperti binatang yang terkesan dari teori Freud, juga tidak mau memandang manusia layaknya robot yang terkesan dari perspektif behavioristik. Carl Rogers memandang manusia sebagai makhluk yang berkompeten dan perlu dikembangkan potensinya.
        3.   Gordon W. Allport
 Gordon W. Allport adalah tokoh psikologi yang menentang psikoanalisa, ia adalah tokoh yang memberikan sumbangan besar dalam kamus psikologi. Ia banyak menemukan kata-kata yang berhubungan dengan sifat. Ia juga dianggap sebagai bapakPsikologi Kepribadian dari Amerika. Mudah-mudahan saya juga bisa dianggap sebagai bapak Psikologi Kepribadian dari INDONESIA. aamiin.

Komponen Kepribadian
Menurut  Gordon  W. Allport,  kepribadian  adalah sesuatu  yang unik dan dimiliki  masing-masing  pribadi. Ia mengatakan  bahwa manusia   itu  dipengaruhi  oleh  kesadarannya  yang  meliputi  3 komponen berikut :

1. Dynamic Organization
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian itu mengalami perkembangan dan perubahan

2. Psychophysical System
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu hal yang tersirat namun kepribadian adalah hal yang nyata dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
3. Determine
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu konsep namun ia dapat mengerjakan sesuatu dan mempengaruhi tingkah laku seseorang

Sturuktur Kepribadian

1.    Sifat (Trait).
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar.
2. Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik
3. Trait dan Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya. yaitu (gregorius=suka berteman);(shyness=pemalu) dan (self esteem=kepercayaan diri).
4. Propium
Naaahh, propium ini adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya dalam 5 tahap yaitu Oral, Anal, Phalic, Laten dan Genital.
5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan.